Senin, 13 Februari 2017

Dan Dia Hilang..

Ketika kita di izinkan untuk bertatap muka setelah lama nya tidak bertemu, aku ingin sekali mengucapkan semua ini kepada kamu, tentang bagaimana hujan bisa membuat aku rindu dan malam bisa membuat aku menangis. Aku ingin menangis dan memukul bahu mu jika aku berhasil mengucapkan semua yang aku rasakan kepada mu, kali ini bukan tentang perasaan ku yang di abaikan atau tentang cinta tak terbalas, ini tentang NANTI. " ... " " ... " " ... " Waktu yang berlalu, kamu datang di kehidupan ku dengan sangat indah nya, sempat menyakiti dan pergi pun kamu tetap sangat indah. Dan ketika semua kebiasaan ku yang aku lakukan dengan mu HILANG begitu saja, tanpa salam perpisahan seperti layaknya. 1 Bulan.. 2 Bulan.. 3 Bulan.. Saat ini, hanya sewaktu itu tanpa mu.. Terkadang aku berharap jika di pagi ku, atau petang atau bahkan malam itu kamu memberi ku pesan, sedikit saja pesan, seperti.. " Hai, Kamu, apa kabar? " Atau.. " Hai, apa masih takut membuat kopi tengah malam? " atau mungkin hanya " Hai. " Aku selalu mengharapkan semua, bagaimana pun itu, yang jelas apa yang kamu pernah lakukan di suatu pesan seperti dahulu, seperti.. Sebelum kamu hilang.... Aku sangat senang saat itu juga. Namun memang tidak mungkin, sangat tidak mungkin kamu seperti itu. Dan sekarang.. aku benci kopi saat tengah malam aku benci cerita horror di malam jum'at aku benci hujan dan, aku benci kamu. Yang terakhir jangan di percaya, itu bohong. Aku pernah berkhayal, ya... sangat berkhayal ini hanya ada di dunia fantasi aku saja. Semacam dongeng yang aku selalu ceritakan kepada Tuhan, seperti apa aku ingin berbicara kepada pria itu. Seperti ini, jika aku di izinkan bicara... " Sudah selama ini aku masih menghabiskan hari ku dengan nama kamu, bagaimana bisa aku sulit sekali melupakan seorang pria yang jelas hanya singgah, tapi aku sangat menyayangi nya. Sekarang, sudah waktu nya aku menyiapkan untuk berbicara tentang semuanya. " " ... " " ... " "Hai, Kamu, apa kabar?" Di depan ku, saat ini, tepat di depan mata ku. Dia bertanya kabar ku setelah sekian lamanya. Semudah itu? "Ya.. Hai, aku baik." Jika kamu tau, aku tidak baik, sungguh tidak!! " Bagaimana? masih suka dengan cerita horror? " " Tidak, aku sangat benci dengan itu " " Kenapa? padahal, kamu sangat suka " " Karena seorang yang membuat ku suka dengan itu, menjadi seorang yang membuat ku sangat benci dengan itu! " " Ada apa? " " Dulu, dia selalu menemani ku di titik ketakutan ku, dia selalu memberti ketenangan, cerita horror saja aku dengar seperti lantunan sajak. Dulu, dia juga selalu menakuti ku saat aku ingin menyeduh kopi ke dapur sana, atau mengirimkan foto hantu saat aku sedang panjang lebar mengetik sebuah cerita horror ku sendiri. Dulu, dia yang aku temani mengerjakan tugas hingga pukul 04.00 rasa kantuk yang seharusnya aku rasakan sangat tidak aku rasakan. Dulu, dia yang bercerita tentang kejahilan teman nya. Dulu, dia yang balas pesan dari ku sangat lama, bahkan selalu tengah malam. Dulu, yang selalu memberikan ku cerita setiap waktunya.. Dan.. dia HILANG " " Aku harap, kamu tau alasan aku hilang dan tidak membaca atau membalas pesan lagi " " Ya.. aku tau. Setidaknya kamu selalu aktif di media sosial itu, dan.. yang aku harapkan kamu berbicara seperti yang pertama kamu bicarakan, kamu menanyakan kabar ku, atau hal apapun yang seperti dulu. " " Lalu? Kenapa kamu benci dia? " " Dia datang, dia membiasakan ku dengan semua, tentang semua yang aku bicarakan, dan dia hilang, membuat semua tidak ada dan aku harus terbiasa. Dan, kamu! kamu tidak tau gimana sulit aku membuang semua kebiasaan itu, aku harus terbiasa dengan ketidak hadiran mu di malam hari, di hujan yang turun, di malam yang horror itu, di malam yang sangat mumet dengan tugas sekolah, di malam kita tidak bisa tertidur. Mungkin, bagi kamu itu sangat mudah. Ya.. kata orang juga seperti itu, tapi ini sangat sulit. Sungguh, SULIT SEKALI! " " .... " " Dan kamu datang setelah sekian lamanya kamu tidak datang di kehidupan ku lagi, dan kamu sekarang mulai datang di kehidupan ku lagi, lalu.. nanti kamu pergi dan membuat aku harus terbiasa lagi? Ini lelucon kah? Untuk di tertawakan kah? dan tidak untuk di tangisi kah? jika seperti itu aku bodoh, aku malah menangisi seorang yang datang dan pergi begitu saja " " .... " " Kalau kamu fikir ini sangat rumit, padahal sangat mudah, coba saja kamu bertukar peran dengan ku, aku akan datang di kehidupan mu, aku akan membuat semuanya begitu sangat beda dari yang lain, dan saat itu aku pergi tanpa sebuah kata, dan aku datang lagi, dengan kata Kabar, lalu aku pergi dengan tida berucap " " .... " " Maaf, ini memang sudah lalu. Aku terlalu membawanya sangat belalut lalut sekali, dan.. bahkan aku berbicara, padahal kamu tidak paham maksud ku. Maaf. Aku terlalu sulit untuk tidak terbiasa. " Mungkin seperti itu aku berkhayal, jika aku di berikan izin untuk di pertemukan tentang perbincangan itu. Namun, jika tidak akan terlaksanakan, dan ketika aku bertemu kamu lagi dan semuanya tampak biasa, tidak akan seperti dongeng ku, mungkin disitu juga aku akan melupakan dan tidak perlu berucap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar